Tongkat Peninggalan R. Mas Bagus Arya Mancanegara



Peninggalan R. Mas Bagus Arya Mancanegara berupa "Tongkat" yang terbuat dari kayu Stigi atau Setigi dimana tongkat tersebut pernah diwariskan kepada Alm. KH. Abd. Lathif (ayahanda dari KH. Moh. Kholil), Setelah KH. Abd. Lathif wafat tongkat tersebut akhirnya kembali ke pemilik tongkat semula yakni R. Mas Bagus Arya Mancanegara.


Setigi (stigi) adalah salah satu kayu magis/kayu bertuah yang paling populer. Bahkan sebagian masyarakat kita menganggapnya sebagai “Raja Kayu Bertuah”. Kayu yang memiliki karakter keras, kuat dan dinamis ini ada 2 jenis yaitu setigi laut dan setigi darat.



Setigi Laut biasa tumbuh di daerah pesisir pantai, warnanya coklat tua dan semakin lama tersentuh tangan maka warnanya akan semakin tua/coklat kehitam-hitaman. Setigi laut muda warnanya putih agak kekuning-kuningan tapi lama kelamaan akan berubah coklat tua.

Setigi darat warnanya hitam dan semakin lama akan semakin hitam. Karena dihimpit benda keras setigi darat memiliki serat/tekstur lebih kasar atau tak merata (belang) karena tumbuh di tanah tandus dan berbatu. Setigi darat kebaradaannya sudah sangat langka. Pulau bengkoang dan pulau kembar di kepulauan karimun jawa. Jepara merupakan pulau penghasil setigi terbaik di indonesia.


Ketika "SANG PEWARIS" sedang melakukan ziarah ke makam R. Mas Bagus Mancanegara di Martajasah beberapa hari yang lalu, tongkat tersebut kembali hadir kembali dalam wujud kunang-kunang yang turun langsung di depan "SANG PEWARIS" tongkat tersebut kemudian berubah wujud menjadi sebuah tongkat, dimana tongkat tersebut mempunyai keunikan-keunikan tersendiri terutama pada bagian gagang yang menyerupai kepala manusia tanpa wajah, lekukan kayunya yang menyerupai ular dan terdapat tiga benjolan serta daya magisnya yang cukup besar. Merupakan sebuah anugerah yang tidak terhitung nilainya manakala kita mendapatkan warisan dari seorang Tokoh Ulama Besar pada jamannya.. [DI]


Catatan "SANG PEWARIS" :
Memang tidak mudah dalam melakukan, apalagi mendapatkan benda pusaka tersebut, kalau si pemilik benda tersebut tidak berkenan memberikannya.


Sumber : Gus Fiki

Photo Koleksi : Bangkalan Memory
Previous
Next Post »
Thanks for your comment