Tampilkan postingan dengan label KULINER. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KULINER. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 September 2016

Asal Usul Nasi Krawu

Saat itu di Madura dikisaran tahun 1960-an masih belum ada yang memasarkan/menjual nasi krawu di Madura, mungkin saja pangsa pasarnya kurang di minati. Konon, seorang yang bernama MUNIMAH yang kerap dapat sebutan Mbuk Mah bermigrasi ke kota Gresik dan mencoba memasarkan NASI KRAWU yang kita kenal selama ini.

Share:

Jumat, 25 Maret 2016

"Pe sapean", Jajanan Khas madura

Bagi masyarakat Bangkalan, pasti sudah mengenal dengan Jajanan yang bentuknya unik dan sangat khas dengan tradisi di Pulau Madura, ya betul sekali.. jajanan tersebut bernama "Pe Sapean". Pe Sapean merupakan jajanan tradisional yang diolah dan dibuat mirip dengan Sapi Kerap lengkap dengan kelelesnya. 

Jika anda pernah menikmati jajanan ini, berarti anda termasuk orang yang beruntung. Sebab jajanan sejak tahun 70an ini kini mulai jarang kita jumpai. Ketika itu jajanan tersebut sangatlah laris terutama dikalangan anak-anak, karena selain harganya relatif murah, juga bentuknya memang menarik.

Jajanan Pe Sapean memiliki tekstur keras, sehingga kita akan mendapatkan sensasinya kalau kita memakan jajanan tersebut. Jika anda pernah menikmati jajanan ini, berarti anda termasuk orang yang beruntung.



Adapun resep dari Jajanan Pe Sapean ini adalah sebagai berikut :

Bahan : 
Tepung Beras/Tepung Gaplek
Gula Gentong/Gula Merah
Pewarna makanan
Wijen

Cara Membuat :
Tepung Beras dicapur Gula Merah lalu aduk sampai rata, setelah itu kita bentuk menjadi Pe Sapean dan beri warna pada badan sapi atau bagian-bagian yang perlu diwarnai selanjutnya taburi sedikit wijen agar jajanan tersebut lebih menarik. Setelah itu lalu di oven/panasi sehingga Pe Sapean akan menjadi keras. 


Di daerah Bangkalan, jajanan ini sekarang sudah jarang kita temui, meskipun ada hanya didaerah tertentu saja (pasar kesorjan) dan penjualnyapun sekarang sudah tua. Bagaimana pun juga inilah Jajajan Tradisional Khas warisan leluhur kita yang hanya bisa dijumpai di Madura tercinta.
Share:

Kamis, 14 Mei 2015

Sadru Jajanan Khas Dari Madura

Sadru merupakan jajanan khas dari Madura yang terbuat dari kacang hijau dan gula merah tanpa bahan pengawet dan campuran lainnya. Jajanan  ini sangat cocok untuk disuguhkan kepada tamu anda dan sekaligus sebagai oleh-oleh yang tidak mudah hancur dan juga tahan lama.


Share:

Sabtu, 11 April 2015

Jumat, 09 Januari 2015

Sabtu, 03 Januari 2015

Permen "GULALI" Versi Madura

Masih ingat dengan gulali? Ya.. Gulali dalam bahasa Maduranya adalah Teghette ini merupakan salah satu kuliner khas Indonesia khususnya di Madura karena bahan bakunya terbuat dari gula dan menggunakan alat yang sederhana.


Share:

Kamis, 25 Desember 2014

"SARIKOYO" Jajanan Khas Kota Bangkalan

Bagi masyarakat Bangkalan, pasti sudah mengenal dengan Jajanan Sarikoyo, tapi bagi masyarakat di luar Bangkalan mungkin masih asing dengan jajanan yang satu ini. Sarikoyo merupakan jajanan khas Kota Bangkalan. Meski mirip dengan nama buah yaitu srikaya, tetapi bahan utama dari jajanan sarikoyo ini tak sedikitpun berasal dari buah tersebut.


Share:

Minggu, 14 Desember 2014

'KARAK' Makanan Khas Yang Merakyat

Makanan di Madura memang banyak sekali yang tentunya sangat digemari oleh lapisan masyarakat yang ada di Madura khususnya di daerah Bangkalan.

Dan tentunya makanan tersebut salah satunya adalah Karak. Makanan khas ini dapat kita jumpai hanya di kampung Timur Pasar, tidak jauh dari alun-alun Bangkalan. Jelas bukanlah nasi gosong yang melekat di dasar periuk seperti yang kita sangka…

Disajikan di pincuk daun pisang, nasinya adalah campuran ketan hitam dan beras, sehingga menghasilkan tekstur yang sungguh khas.., disebut plotan dan menjadi lebih lembut karena dicampur beras. Lauknya hanya sejumput teri goreng dan parutan kelapa. Hidangan sederhana ini merupakan makanan yang dapat dijadikan sarapan pagi hari nyamm…. nyamm…… deecchhh…. [DI]


Share:

Minggu, 07 Desember 2014

"CENIL" Jajanan Pasar Yang Melegenda

Mungkin bagi anda yang bermukim di luar Madura pasti kurang familiar dengan nama itu. Namun bagi sebagian besar masyarakat Madura, Cenil merupakan jajanan pasar yang telah melegenda. Mulai dari bentuknya yang unik dan lucu, teksturnya kenyal dan ditambah dengan rasanya yang begitu legit sehingga jajanan ini menjadi primadona.

Cenil terbuat dari tepung kanji yang dibuat dalam bentuk memanjang dan berwarna-warni, lalu ditambah dengan parutan kelapa dan cairan gula aren sebagai pemanisnya. Dengan harga yang cukup murah, anda sudah bisa merasakan nikmatnya jajanan ini. 


Cenil dapat anda temukan di pasar-pasar tradisonal yang ada di Madura dan hanya ada saat pagi hari. Khusus Bangkalan, jajanan ini dijual sore hingga malam hari di depan Masjid Ar Rhoudhoh atau di sebalah Kelurahan Demangan. Pastinya, kalau anda berkunjung ke Madura mampirlah ke pasar tradisional terdekat untuk menikmati jajanan ini... [DI]


RESEP JAJANAN CENIL :


Agar lebih mudah membuat sudi, layukan daun pisang dengan membakarnya sebentar diatas api.


Bahan-bahan/bumbu-bumbu :


Bahan Biang:


35 gram tepung sagu

100 ml air
Bahan:

125 gram tepung sagu

1 tetes pewarna merah
1 tetes pewarna hijau
1.000 ml air untuk merebus
daun pisang untuk sudi
5 sendok teh gula pasir untuk taburan
Bahan Pelapis:

100 gram kelapa parut kasar

1/8 sendok teh garam
1 lembar daun pandan
Cara Pengolahan :

Pelapis : 

  • Aduk rata kelapa parut, garam, dan daun pandan.
  • Aduk rata. Kukus 15 menit diatas api sedang. Angkat dan sisihkan.

Biang :
  • Aduk tepung sagu dan air sampai rata. 
  • Masak sambil diaduk diatas api sedang sampai kental. 
  • Angkat. 
  • Pindahkan ke dalam wadah.
  • Tambahkan tepung sagu sedikit-sedikit ke dalam adonan biang sambil diaduk sampai kalis.
  • Bagi dua adonan. Satu bagian tambahkan pewarna merah. 
  • Uleni rata. Sisanya tambahkan pewarna hijau. 
  • Uleni rata.
  • Pulung masing-masing adonan memanjang. Potong serong.
  • Didihkan air. 
  • Masukkan adonan yang sudah dipotong-potong. 
  • Rebus sampai terapung dan matang. 
  • Angkat dan Tiriskan.
  • Gulingkan dalam bahan pelapis. 
  • Tata dalam sudi. Taburkan gula pasir.


Untuk 5 porsi


Share:

Ancang Jajanan Khas Madura Yang Terlupakan

Ancang merupakan salah satu jajanan khas Madura yang biasanya kita temui di pinggir-pinggir jalan. Begitu pula di warung-warung nasi biasanya ancang disuguhkan sebagai makanan pencuci mulut yang di taruh di toples bersama dengan Rengginang dan kripik Tette.

Namun seiring perputaran waktu dan kemajuan jajanan, makanan khas ini pun mulai tergantikan dengan jajanan yang lain dan mulai sulit ditemui walau ada acara manteman, imtihanan ataupun lainnya. Sehingga sulit sekali untuk menikmati jajanan khas ini bahkan mungkin sudah mulai terlupakan nama, bentuk maupun rasanya.


Jajanan Ancang ini selain memiliki rasa yang sangat unik, Rasanya yang manis dan sangat legit (kalo gigi sensitif langsung ngilu), jajanan ini terasa begitu gurih. Hal ini tidak lain karena jajan ini terbuat dari kacang tanah dan gula pasir, sehingga cita rasanya menjadikan jajanan ini sangat khas dan masih diminati banyak kalangan terutama para pecinta makanan manis.

Cara pembuatan jajanan ini sangat mudah, simple dan cepat sekali prosesnya karena berbahan dasar gula yang mudah sekali mengkristal, namun rasanya tidak secepat proses pembuatannya karena cukup makan satu buah saja sudah terasa enakknya.

Di Madura itu jajanannya tidak hanya rengginang saja, masih ada Ancang dan masih banyak jajanan yang lainnya. Ayo kita lestarikan jajanan khas Madura ini... [DI]


Sumber : Berbagai Sumber


Share:

Kue Apen Khas Madura

Bagi masyarakat Madura kue ini mungkin tak asing lagi. Kue Apen adalah jajanan khas Madura khususnya di Sumenep. Kue Apen sangat digemari oleh masyarakat Sumenep. Kue ini sangat cocok dimakan untuk sarapan pagi. Selain mengenyangkan, Apen juga menyehatkan lho.

Dimana bahan-bahannya terbuat dari tepung beras, santan, ragi dan kelapa. Sementara sausnya berbahan gula merah, jahe, kayu manis dan daun pandan yang membuat harum. Selain rasanya nikmat, kue Apen di percaya dapat menghilangkan rasa letih setelah bekerja seharian lantaran kandungan gula merah, jahe dan kayu manis, yang mana berfungsi untuk menghangatkan badan.

Kue Apen berasal dari Desa Parsanga, Desa ini merupakan salah satu daerah di Sumenep yang tetap bertahan menjual kue Apen. Maklum, disekitar kota sudah jarang ditemukan penjual kue Apen. Bisa disebut jajanan ini amat langkah dan sulit sekali ditemukan. Untung saja daerah Parsanga masih tetap menjual kue khas Madura ini.

Selain faktor dari berbagai kue yang makin banyak bermunculan dan berbagai variasi macam rasa, menjadikan Apen sulit ditemukan dan sedikit bergeser. Padahal kue ini sangat digemari dan patut dilestarikan. Kalau pun bisa, kue Apen harus diperkenalkan kepada berbagai kota agar mereka tahu bahwa di Madura pun memiliki jajanan yang khas nan maksyus. Karena soal rasa, Apen memang sangat cocok dilidah semua orang.

Tak jarang kita sering kecewa karena kehabisan membeli jajanan ini, faktor penyebabnya adalah disamping jumlah peminatnya lumayan banyak, sedangkan penjual Apen hanya beberapa saja. Selain itu, jajanan ini hanya dapat kita temukan di pagi hari. Menjelang siang, kue Apen tersebut sudah habis terjual.

Padahal kue ini sangat digemari dan patut dilestarikan. Kalaupun bisa, kue apen harus diperkenalkan kepada warga luar kota agar mereka tahu bahwa di Sumenep masih memiliki jajanan khas. Apen yang lezat sangat cocok untuk memanjakan lidah semua orang sehingga perlu dipromosikan... [DI]


Sumber : Berbagai Sumber


Share:

Sabtu, 01 November 2014

Nasi Serpang Khas Bangkalan

Nasi Serpang merupakan masakan khas asal Desa Serpang, Kecamatan Arosbaya, Kabupaten Bangkalan-Madura. Ya, sebutan Serpang berasal dari nama sebuah desa di pelosok Madura. Bila para peracik Nasi Serpang yang Anda beli berasal dari desa tersebut atau bersanak saudara dari sana, maka bisa dipastikan Nasi Serpang yang Anda nikmati adalah asli. Hal ini terkait dengan resep turun-temurun.

Anda tentunya tak dapat menutup mata apabila ilmu meracik masakan adalah ilmu kasat mata yang bisa dipelajari sehingga seorang bersuku Jawa juga bisa memasak Nasi Serpang dengan cita rasa mendekati rasa aslinya.


Namun, perlu dicatat bahwa saat Anda menikmati Nasi Serpang atau masakan asal daerah lainnya, sebenarnya Anda sedang menempuh petualangan cita rasa yang dilambari adat setempat. Cita rasa itu diperoleh tak hanya dari bumbu yang diracik, namun juga dari suasana hati dan nuansa di seputar dapur tempat masakan itu dimasak.

Akan sangat berbeda sensasi dan nuansa yang akan dapat Anda tangkap dari masakan yang dimasak tempat asalnya dan kokinya tak pernah menjalani kehidupan di tempat asal masakan tersebut.

Rasakan atmosfer para peracik genuine, tembuslah alam pikir dan alam rasa mereka, dan jangan lupa untuk menikmati keikhlasan mereka saat memasak. Ya, keikhlasan telah membuat cita rasa Nasi Serpang berbeda. Keikhlasan ini pula penentu kenikmatan sebuah masakan, apapun.

Desa Serpang terletak agak di pelosok, bukan di pinggir pantai. Namun warganya tak dapat mungkir dari kenyataan bahwa dia berada di Madura yang identik dengan atmosfer pesisir. Itu sebabnya, perpaduan beragam lauk pauk tersaji pada pusaka kuliner Madura yang satu ini : Nasi Serpang.



Pada dasarnya menu dari nasi serpang ini sendiri sangat sederhana, yaitu terdiri dari nasi putih, sayur krecek dan tahu, pepes ikan tongkol, sepotong telur asin, dendeng kering, kerang, peyek udang dan dilengkapi dengan sambal terasi yang dibungkus daun pisang dan dilapisi oleh kertas koran. Demikian juga cara menjualnya sangatlah simple, yaitu cukup dijajakan diatas meja beralas tikar di pinggir jalan. Walaupun begitu, nasi serpang ini sangat diburu oleh masyarakat Bangkalan karena harganya yang terjangkau dan rasa yang mantap.


Kekhasan dari nasi serpang ini juga adalah lauknya yang sangat colour full dan komplit dipadu nasi putih yang punel, karena padi atau berasnya diperoleh dengan membeli dari petani setempat di daerah Sabiyan-Bangkalan. sehingga nasi serpang ini menjadi makanan fovorit bagi masyarakat Bangkalan karena mempunyai cita rasa yang nikmat dan lezat... [DI]


Share:

TOPA' LADHAH Sebagai Menu Khusus Lebaran Ketupat Khas Bangkalan

Masyarakat Madura di Kota Bangkalan mempunyai menu andalan setiap kali lebaran. Menu lebaran itu bernama Topa' Ladeh atau Ketupat Ladeh. Bagi masyarakat Bangkalan terutama yang tinggal di kota, masakan ini disajikan hanya ketika lebaran saja. Masakan ini mirip Kare. Buk Longset, Warga Madura kelahiran Desa Sak Sak Barat, Kecamatan Bangkalan, Kebupaten Bangkalan, Jawa Timur mengatakan Topa' Ladeh ini adalah masakan lebaran yang sudah dia kenal sejak masih kecil.

"Sejak masih kecil, saya sudah kenal masakan ini. Hanya disajikan ketika lebaran tepatnya ketika Hari Raya Ketupat," kata perempuan lanjut usia ini di rumahnya di Sak sak Barat depan Gereja Katholik St. Fatima Bangkalan.



Topa' Ladeh ini adalah masakan berkuah yang isinya daging jeroan sapi. "Ada juga yang tidak menggunakan jeroan sapi tapi menggantinya dengan daging ayam kampung," katanya.


Di dalam Topa' Ladeh ini juga ada sayur kacang panjang. "Kacang panjang dipotong-potong lima centimeter dan diikat dengan tali janur atau tali pelepah pisang. Topa' Ladeh ini tergolong istimewa karena hanya disajikan pada masa lebaran. Cara memasaknya juga istimewa kalau tidak bisa disebut sangat ribet.

Masakan ini meggunakan bumbu lengkap kecuali daun serai, cengkeh, pala serta keningar. "Karena kalau ditambah dengan serai, cengkeh, pala dan keningar, jadinya gule bukan ladeh," katanya. Cara memasaknya, bumbu lengkap yang dihaluskan plus garam tanpa gula disangrai dengan parutan kelapa tua. "Kelapanya harus tua," katanya. Setelah disangrai hingga kering dan keluar minyak, bumbu tersebut kemudian ditumbuk sampai halus. "Sampai lembut," katanya.

Sedangkan untuk daging jeroan sapi, yang diambil adalah usus, babat serta limpa. Daging jeroan ini direbus dulu sampai empuk. Setelah daging jeroannya empuk, bumbu baru dimasukkan. "Kuah masakan ini berwarna merah kecoklatan. Karena ada cabe merah di dalam bumbunya," kata Buk Longset setelah dirasa matang, masakan baru dientaskan. "Makannya nggak pakai nasi tetapi pakai ketupat," katanya. Topa' Ladeh ini disajikan dengan bubuk jagung, bumbu urap yang dicampur dengan tauge mentah.


Dalam penyajiannya, Topa' Ladeh ini disertai sambal goreng Tampes. Sambal ini menggunakan bahan udang yang dihaluskan beserta bumbunya. "Setelah itu dimasak juga dengan santal kental," katanya. Selain sambal Tampes, ada pula sambal goreng daging. "Dagingnya dipotong kotak-kotak sebesar dadu," katanya. Hampir setiap Hari Raya Ketupat, Buk Longset harus menyediakan masakan ini sebagai sajian keluarga. Lebaran serasa kurang lengkap kalau tanpa masakan Topa' Ladeh.

"Menantu saya semuanya orang Jawa, baik yg laki-laki maupun yg permpuan dan ketika lebaran, masakan ini selalu ditanyakan," katanya... berujar dengan semangat yg berapi-api dengan menunjukkan rasa bangganya setengah pamer masakan Topa' Ladeh yang sudah matang, ayo Nak doiiink... Coba tang laolana reeeh... pa' ladenah Buk Longset jheeee...!!! 
Waduuuuchhhh.... memang betul-betul Ciamiiik... katanya teman-teman yang dipecinan... tuuuchhh 


@ Catatan Kecil bersama Buk Longset di Sak sak Barat Bangkalan Madura pada 14 Setember 2011 pas acara Tellasan Topa' dirumahnya...


Oleh : Doink
Photo Koleksi : Bangkalan Memory


Share:

Soto Khas Madura

Soto Madura adalah jenis soto yang berasal dari daerah Madura, Jawa Timur  berbahan dasar daging sapi, telur rebus, kentang goreng dan tauge, dengan bumbu ketumbar, bawang merah, bawang putih, jahe, kunir, laos, Kemiri, jeruk purut dan garam secukupnya.

Cara membuatnya adalah dengan merebus daging sapi dengan air secukupnya sampai matang (sisihkan). Masukkan bumbu yg telah dihaluskan bersama serei kedalam kaldu daging, dimasak hingga kuah mendidih. Kuahnya ditaburi daun bawang, daun seledri dan bawang goreng campur sedikit bawang putih,  dihidangkan bersama-sama sambal soto dan irisan jeruk nipis.

Variasi :

Soto Sumenep : Soto ini disajikan dan dimakan dengan singkong, tauge goreng, bihun, bawang daun, bawang goreng, lontong, daging sapi atau usus sapi. Yang membedakan dengan Soto Pamekasan; Soto Bangkalan adalah bumbu kacangnya yang terdiri dari kacang, petis dan pisang muda yg di uleg halus.


Soto Pamekasan : Terdiri dari kentang rebus, perkedel kentang, tauge, daging sapi atau daging ayam, soun, lontong, dan disiram dengan kaldu bening dengan bumbu merica dan bawang putih. Disajikan dengan bawang goreng, daun seledri, rempeyek dan bakwan jagung.


Soto Bangkalan : Memakai tauge dan soun dengan daging sapi, ayam atau jeroan. Disajikan dengan ditaburi kentang goreng dan kuah kuning berbumbu kunyit dan jahe.


Sebagai kelengkapannya, segeralah anda mencobanya langsung di Kota Madura tersebut. Apalagi hidangan kuliner ini sangat mudah dijumpai di sana. Selamat bersantap Soto Madura... [DI]


Photo Koleksi : Bangkalan Memory



Share:

Jumat, 25 April 2014

Ramuan Madura

Ramuan Madura , Konsumsi bagi kaum hawa yang gemar merawat wajah agar tetap cantik, tubuh sehat dan bugar. Mengkonsumsi jamu Madura secara rutin, bagi perempuan berumur, bisa dipercaya dapat mempertahankan wajah awet muda sekaligus mewujudkan rumah tangga bahagia.

Bagi kaum remaja, jamu Madura menambah penampilan lebih feminis dan anggun. Khasiat jamu Madura untuk perawatan tubuh sudah tersohor sejak lama mulai dalam negeri sampai luar negeri. Kemashuran jamu dari Pulau Garam ini disebabkan, jiwa petualangan warga Madura yang bermukim di banyak daerah sambil mempromosikan produk lokal.


Di antara jamu Madura yang terkenal itu antara lain, jamu melahirkan yang digunakan untuk Ibu yang baru melahirkan agar tetap sehat dan tubuh akan kembali bugar seperti sediakala. Jamu salekarang yang khasiatnya dapat mencegah sariawan dan menghilangkan bau tidak sedap.

Jamu paka'an diperuntukan bagi wanita yang sudah menikah agar tetap sehat. Kemudian jamu bengkes yang diperuntukkan menjaga tubuh supaya tetap sehat sehabis menstruasi. Dan yang paling fenomena adalah jamu tongkat Madura yang paling banyak digunakan sebelum kaum perempuan berhubungan dengan suaminya.

Jamu Madura seperti bengkes, pakaan, celebbhan, ronronan, sa'ang sere dan salekarang Jamu Madura sudah terkenal keampuannya, sebab jamu ini dikembangkan dari ramuan yang diperoleh secara turun menurun dari racikan para datu atau dukon. Penyebab lainnya adalah bahan yang digunakan benar-benar dari alam tanpa campuran bahan kimia, aman dikonsumsi tidak menimbulkan efek sampingan.

Selain itu, banyak orang menyaksikan kekuatan fisik dan penampilan perempuan Madura yang selalu sehat dan bugar di sepanjang waktu. “Dengan penampilan fisik yang selalu sehat dan bugar, banyak yang bertanya apa rahasianya,” kata pengamat jamu Madura Sri Handayani 

Menurut Dosen STAIN Pamekasan dalam penelitiannya, sebagian besar jamu Madura digunakan untuk menjaga kesehatan tubuh perempuan, tetapi tidak sedikit kalangan lelaki yang meminumnya. “Selain untuk menjaga agar tetap sehat juga di pakai sebagai menambah vitalitas,” kata seorang konsumen jamu Madura.

Keluarga Madura adalah keluarga jamu. Mengkonsumsi jamu merupakan kebutuhan pokok dan setiap saat, jamu selalu disiapkan untuk diminum oleh anggota keluarga, bahkan jika ada keluarga yang baru datang dari luar kota pasti disuguhi jamu Madura.

Namun uniknya ramuan Madura ini seperti rahasia yang tertutup rapat. banyak anggota keluarga yang tidak paham cara membuat ramuan jamu Madura.

Bahan yang digunakan dan bagaimana membuatnya, juga tidak diketahui. Rata-rata peramu jamu Madura kaum ibu yang selalau menyajikan minuman jamu saja tanpa memberi tahu kepada orang lain bahan dan cara memproduksinya.

Menurut Kyai R.H. Moh Ghiyats Romzy pengasuh pondok pesantren Darul Fiqih Pamekasan, dalam penelitian Handayani, dia selalu minum jamu sejak kecil. Namun dia tidak mengetahui tentang bahan-bahan racikan yang digunakan ibunya Nyai Hj Luluk Aisyah.

Ancaman kepunahan semakin kuat, sebab generasi mudanya malas mempelajarinya. Apalagi banyak halaman rumah yang dibiarkan mangkrak. ‘Tidak ada lagi yang menanam tumbuh-tumbuhan jamu,”tutur Wahid warga Bangkalan.

Untuk mendapatkan penggantinya, peracik jamu harus mencri ke luar Pulau.  Dicontohkan, addes, Palasare, mose, jekani, jekeleng yang merupakan campuran bahan untuk membuat jamu paka’ untuk wanita yang sudah menikah. “Jika jamu Madura tetap lestari, harus ada solusi dengan mengadakan sosialisasi dan pelatihan bagi generasi muda cara membuat ramuan Madura,” kata Fauziyah... [DI]


Sumber : http://jawatimuran.wordpress.com/

Share:

Senin, 18 November 2013

Tajin Sobih Jajanan Khas Bangkalan

Madura termasuk salah satu kota di Indonesia yang dikenal karena wisata kulinernya. Pulau Garam ini memiliki beraneka macam makanan tradisional yang khas. Salah satunya adalah Tajin Sobih. Cita rasa yang khas dan lezat mungkin hanya dapat ditemukan di Madura khususbnya di Kota Bangkalan.





Share:
Copyright © BANGKALAN MEMORY | Powered by Bangkalan Memory Design by Bang Memo | Kilas Balik Bangkalan Tempo Dulu