Monumen Kota Bangkalan

Bangunan monumen/tugu merupakan bangunan yang dibuat untuk memperingati suatu peristiwa yang dianggap penting oleh suatu kelompok sosial atau Pemerintah Daerah dimana berfungsi selain sebagai tonggak peringatan juga sebagai upaya untuk memperindah penampilan suatu kota atau lokasi tertentu.


Pada tahun 1946 yang lalu perempatan jalan poros di Jalan Jenderal Ahmad Yani Kota Bangkalan ini masih berupa taman kecil. Namun seiring dengan perjalanan waktu taman kecil tersebut telah berubah menjadi sebuah bangunan monumen/tugu kota yang merupakan tugu prasasti dimana monumen tersebut memuat pernyataan tentang pemberian predikat dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur bahwa masyarakat Kabupaten Bangkalan, tepatnya pada tanggal 15 Mei 1989, dari usia 15 sampai 40 tahun, dinyatakan sebagai "Bebas Tributa". Monumen prasasti tersebut ditandatangani oleh bapak Soelarso, Gubernur Jawa Timur pada waktu itu (1988-1993), dimana bertujuan untuk mendorong masyarakat luas untuk terus mendukung terwujudnya masyarakat Bangkalan bebas dari tiga hal : "buta aksara, buta pengetahuan dan buta keterampilan (pekerjaan)". Pemberantasan tributa merupakan salah satu program yang digalakkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur pada tahun 1980-1990 an..

Taman kecil yang menghiasi perempatan jalan poros Kota Bangkalan pada tahun 1946

Monumen Bebas Tributa sebelum di renovasi 

Dengan adanya peningkatan program tersebut pada saat ini, diantaranya melalui peningkatan Program Penuntasan Melek Huruf (PMH) di semua kecamatan pada saat ini, maka pada tahun 2007, maka monumen tersebut mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Bangkalan, dan ditingkatkan fungsinya tidak hanya tetap sebagai monumen yang memuat prasasti Bangkalan bebas dari Tributa, akan tetapi juga menjadi salah satu bangunan publik yang berfungsi sebagai penandaan tata ruang yakni sebagai "tatenger" kota Bangkalan.

Monumen Bebas Tributa setelah di renovasi dan lengkapi dengan petunjuk waktu bagi masyarakat Bangkalan, berupa jam digital

Monumen tersebut kini semakin cantik setelah Pemerintah Bangkalan melengkapi dengan petunjuk waktu bagi masyarakat Bangkalan, berupa jam digital, sehingga memberi kesan lebih artistik. Karena letaknya tepat berada di perempatan jalan poros, dan tugu ini bisa terlihat dari seluruh ruas jalan utama.. [DI}
0 Comments
Comments Tweets
Comments Facebook

0 komentar: