Tiang Agung Masjid Agung Bangkalan

Konon dalam ungkapan cerita para sesepuh yang sudah merakyat bahwa Sultan R. Abd. Kadirun selain terkenal sebagai Sultan yang digdaya, juga dikenal sebagai Sultan yang soleh dan alim dalam ilmu agama.


Dalam pemugaran Masjid Jami tersebut berkembang cerita bahwa sewaktu Sultan berkenan hendak meluaskan dan membangun Masjid yang agung dan berwibawa, Beliau memerintahkan untuk mencari kayu jati 4 batang yang besar dan tingginya sama untuk tiang agung dan ternyata hanya memperoleh 3 batang, sedang yang satu batang besarnya sama namun tingginya kurang dan kurang lurus, sedang waktu untuk mencari sudah tidak ada lagi.


Dalam keadaan yang demikian, maka tampillah seorang Ulama yang bernama K. Nalaguna (makamnya dikampung Barat Tambak Desa Pejagan Bangkalan) yang kemudian dikenal sebagai Empu Bajraguna (ahli membuat senjata/keris) yang bersedia untuk mengusahakan agar kayu tersebut dimandikan dan dibungkus dengan kain putih dan dikirap keliling kota, dan setelah dikirap kain pembungkusnya dibuka, ternyata berkat karomah Ulama tersebut kayu itu sama tinggi dan besarnya, sehingga tepat pada waktu yang telah ditentukan tiang sudah terpasang dibagian depan sebelah Utara. 

Perlu diketahui bahwa kayu tersebut diambil dari Arosbaya tanpa menggunakan alat pengangkut (transport), hanya dengan gotong royong masyarakat Bangkalan tiang tersebut dibawa dengan cara sambung menyambung (bahasa madura Lorsolor).... [DI]


Oleh : Indra Bagus Kusuma
Photo Koleksi : Bangkalan Memory



0 Comments
Comments Tweets
Comments Facebook

0 komentar: