Buk Tidjah, Anggota Barisan Tjakra Madoera yang Pemberani

Para Pemerhati mungkin masih banyak yang tahu siapakah wanita dalam foto ini. Yaa... dia adalah Buk Tidjah, wanita pemberani kelahiran Berbeluk Arosbaya yang mendapat Lencana Penghargaan berupa medali Fidelity dan Merit dari Ratu Belanda pada tahun 1947, karena perempuan Barisan Tjakra Madoera ini meskipun dalam terjangan hujan peluru, ia tetap berani berada di garis depan untuk membagikan amunisi kepada teman-temannya.



Tapi jangan salah sangka, memang benar beliau anggota Barisan Tjakra Madoera yang dikenal memihak Belanda. Tapi beliau melakukan itu hanyalah sebagai salah satu strategi untuk bertahan dari gempuran musuh yang notabene mempunyai persenjataan yang lebih modern disaat amunisi dan persenjataan para pedjoeang mulai habis.

Buk Tidjah ketika menerima medali Fidelity dan Merit tahun 1947
Menurut Abah Hidrochin Sabarudin, Buk Tidjah merupakan bungsu dari tiga bersaudara (Mat Tiwar, Buk Tiban, dan Buk Tidjah), pernah menjadi saksi "Perlawanan 5 hari 6 malam di Arosbaya" bersama Buk Mustanirah (Nenek Abah), Mayor Djamaloedin, RP. Moeh Imbran dan RP. Moch. Noer. 

Buk Tidjah menyamar sebagai penjual Asam Kabuk yang dibawa dari Arosbaya menuju tempat persembunyian para pejuang di daerah Karang Duwek dan Karang Pandan. Di dalam barang bawaannya dia menyelipkan senjata api dan amunisi hasil rampasan serta tidak ketinggalan juga ransum untuk pejuang.

Sosok Tidjah masih bertahan di daerah Berbeluk Arosbaya tatkala terjadi Claash antara Para Hisboellah, Pemoeda Arisbanggi (nama lain Arosbaya), Laskar Madoera Barat, dll. Menurut Penuturan Alm. Pak War (sebelum wafat)... sang adik sempat menghilang tak tau rimbanya... apakah dia direkrut Pasukan Tjakra atau bersama para Pejoeang dipedalaman saat itu Pak War tdk mengetahui secara pasti dimana keberadaan sebenarnya Sang Adik ini...!!!

Buk Tidjah ini memang bukan siapa-siapa.... tapi dengan keberanian, keteguhan hati dan keikhlasannya buk Tidjah ini sanggup melakukan suatu hal yg mungkin jarang atau tidak mungkin dilakukan kaum wanita pada waktu itu dalam membela dan mempertahankan tanah airnya.... mudah-mudahan di era sekarang ini masih ada sosok wanita tangguh seperti buk Tidjah ini.... Amin... [DI]

Catatan :
  1. Pitutur Mbah Mustanirah tatkala beliau bercerita seputar "Perlawanan di Arisbanggi/Arosbaya"
  2. Cerita perjalanan/kisah Pak War berjoeang lewat Kesenian "Salabhadhan"
  3. Napak Tilas Pejoeang Madura dari Pesisir Kamal, Pedalaman Rang Pandan; Rang Duwak Arosbaya sampai Pesisir Klampis dan menyeberang lewat Laut ke Tuban



0 Comments
Comments Tweets
Comments Facebook

0 komentar: