Jumat, 22 Agustus 2014

Ekspedisi ke Pulau Pulau Nyamoghan 19 Oktober 1945


Jatuhnya markas Kompeitai ke tangan Pemerintah RI menandai berakhirnya kekuasaan Jepang di Surabaya. Perasaan Lega dan bangga menyelimuti masyarakat Surabaya, karena markas tersebut merupakan simbol kekuasaan dan kekejaman Jepang. Perasaan tersebut sirna ketika mendengar dari nelayan Madura bahwa di Pulau terpencil antara Gresik dan Madura masih terdapat orang dari pasukan Jepang dengan senjata lengkap.


Marine Keamanan Rakyat selanjutnya mengontak pimpinan Jepang yang berada di darat agar pasukannya yang berada di Pulau Nyamukan segera menyerah ke Pemerintah RI.


Pulau Karang Jamuan / Nyamoghan


Pulau Karang Jamuan / Nyamoghan


Ditemani 2 orang perwira Angkatan Laut Jepang, maka berangkatlah Ekspedisi kapal S-115 dan kapal-kapal lainnya dibawah pimpinan Perwira J. Sulamet. Ketika rombongan mendekati pantai, tentara Jepang siap mengadakan perlawanan. Dengan isyarat bendera diberitahukan bahwa diatas kapal terdapat 2 Perwira Jepang yang membawa perintah dari pucuk pimpinan Jepang, sehingga mereka membatalkan perlawanannya. Pertempuranpun dapat dihindari dan dari misi tersebut berhasil ditawan 419 orang Jepang dengan 217 pucuk senjata dari berbagai jenis.


Sumber : Museum Tugu Pahlawan
Photo Koleksi : Cahya Ilahi

Share:

1 komentar:

  1. Anda salah pencinta permainan Poker

    Mau bonus TO setiap hari atau setiap minggu?

    mari join bersama kami di POKERVITA agent ternama di tahun 2021

    Info hub
    WA:0812 2222 996

    BalasHapus

Copyright © BANGKALAN MEMORY | Powered by Bangkalan Memory Design by Bang Memo | Kilas Balik Bangkalan Tempo Dulu