Balap Karung

Permainan ini setidaknya selalu ramai ketika menjelang perayaan peringatan hari kemerdekaan RI atau sering disebut dengan peringatan “Tujuh Belasan”. Hampir di setiap kampung, selalu menggelar berbagai perlombaan, salah satunya adalah lomba Balap Karung. Karena lomba ini sifatnya hanya permainan, maka bisa dimasukkan dalam jenis permainan rakyat... [DI] 

Balap Karung selalu hadir dalam lomba tujuh belasan dan sudah sering dilombakan semenjak awal kemerdekaan hingga saat ini. Tentunya, jenis permainan ini juga bisa dianggap dolanan tradisional, karena memang telah dilakukan dalam waktu yang lama dan peralatan yang digunakan juga sederhana. Selain itu, kadang-kadang dolanan ini juga hadir dalam perayaan peringatan hari jadi suatu tempat, hari jadi suatu lembaga atau lainnya. Tujuannya untuk keakraban.

Permainan ini, seperti juga permainan yang lain, sangat jarang memerlukan latihan. Karena sifatnya hanya spontanitas dan dilakukan hanya saat menjelang lomba saja. Jadi sangat jarang peserta yang melakukan latihan terlebih dahulu. Permainan ini bisa dilakukan oleh anak-anak, remaja, dewasa, hingga para orang tua tua, baik laki-laki maupun wanita. Biasanya dikelompokkan berdasarkan tingkatan umur dan jendernya. Kelompok anak-anak dimainkan oleh anak-anak, demikian pula dengan kelompok lainnya. 

Persiapan :
  • 4 - 6 anak.
  • Karung beras/ terigu untuk masing-masing anak.
  • Peluit.
  • Kapur tulis atau tali penanda garis start/ finish.
  • Lahan bermain yang cukup luas. 

Cara bermain :
  • Anak masuk dan berdiri di dalam karung sembari tangannya menggenggam kedua ujung karung agar tidak turun.
  • Semua anak berdiri di garis start. Pada hitungan ketiga, anak-anak berlomba mencapai garis finish dengan cara melompat dengan karungnya.
  • Yang mencapai garis finish lebih dulu adalah pemenang.   

Manfaat :
Melatih motorik kasar, melatih kelincahan, mengajarkan kemampuan sosial, berkompetisi dan membangun sportifitas


0 Comments
Comments Tweets
Comments Facebook

0 komentar: