Perawatan Sapi Kerap Madura

Sapi-sapi yang dikerap pada dewasa ini diternakkan khususnya untuk kerapan sapi, jadi perawatannya berbeda daripada hewan piaraan lain. Tidak lagi merupakan sapi yang digunakan untuk membajak tanah. Kerapan sapi sekarang bersifat bersaingan dan sapi kerap dilatih dengan tujuan menjadi pemenang. 

Masing-masing pemilik sapi mempunyai rezim pribadi yang diikuti dengan taat supaya memastikan sapinya mencapai puncak kondisi. Pemilik sapi di seluruh Madura mengikuti rezim perawatan dan makanan yang pada umumnya sama. Namun masing-masing pemilik sapi memakai beberapa unsur jamu berbeda yang dirahasiakan dengan hati-hati.

Sapi kerap asli Madura

Pada akhir musim hujan, pemilik sapi Madura mulai melatih sapinya dan menyiapkannya untuk musim kerapan yang akan datang. Ada dua rezim khusus yang dipakai oleh pemilik sapi dalam penyiapan sapi. Yang pertama adalah perawatan biasa yang dilakukan untuk sapi yang berlatih, yang kedua adalah program yang lebih intensif yang dimulai dua minggu sebelum pertandingan. Yang diwawancarai untuk laporan ini menyatakan bahwa ada aspek tertentu dalam program makanan dan latihan sapi kerap yang sama untuk kebanyakan pemilik sapi.


MAKANAN SAPI KERAP

Setiap sapi kerap makan rumput yang kualitasnya bagus, tetapi tidak seperti sapi biasa, sapi kerap tidak biasanya diangon makan rumput. Walaupun rumputnya tidak ditanam khususnya untuk sapi kerap, masih dikumpulkan setiap hari oleh perawatnya, atau dibeli dari orang lain yang mengumpulkan rumput untuk  penjualan kepada pemilik sapi. Pemilik sapi yang diwawancarai, semuanya mengatakan bahwa seekor sapinya makan 2-3 karung rumput setiap hari.

Makannya sapi kerap termasuk rumput

Jumlah air yang diminum sapi kerap kadang-kadang diatur. Sebelum pertandingan, jumlah air yang diberikan pada sapi dikurangi supaya lebih ringan untuk pacuannya dan bisa berlari lebih cepat. Selama musim hujan, jumlah air yang diberikan padasapi dikurangi lagi karena rumputnya lebih mengandung air, dan selama musim kering airnya ditambah. Salah seorang pemilik sapi yang diwawancarai mengatakan bahwa sapinya minum satu ember air setiap hari. Sebelum pertandingan airnya dikurangi sampai 3/4 ember. Peraturan air dan rumputterjadi supaya sapi menerima cukup banyak makanan supaya bisa memperkuat badannya sambil memelihara badan yang halus dan ringan.

Namun, makanan yang terdiri dari rumput dan air saja tidak begitu berbeda dari makanan sapi biasa yang kerjakan tanah. Jadi makanan untuk sapi kerap bertambahan dengan makan jamu dua kali sehari. Campuran cair ini terdiri dari macam-macam bahan. Masing-masing pemilik sapi mempunyai resep jamunya sendiri yang rahasia, tetapi ada beberapabahan yang biasanya dipakai.

Jamu untuk sapi kerap termasuk telur, kopi pahit dan sprite

Bahan-bahan ini termasuk telur ayam kampung, kopi pahit, madu, sprite, minuman tenaga misalnya Hemaviton, minuman keras misalnya malaga, bir dan arak, beras kencur (yaitu, campuran beras dan bumbu), dan campuran lain yang terbuat dari bumbu dan akar-akar. Setiap hari pada pagi dan malam, pemilik sapi atau perawat sapinya mencampurkan jamu dan memberikan pada sapi dengan pipa pendek yang dibuat dari plastic atau bambu. 

Jamu diberikan pada sapi dengan alat plastik atau bambu

Selama musim latihan kalau tidak menghadapi pertandingan, pasangan sapi besar, umurnya kira-kira 2 tahun, akan makan sebanyak 100 butir telur setiap malam. Selama dua minggu sebelum pertandingan, jumlah telur bisa ditambah sampai sebanyak 200-300 butir telur per malam. Sapi yang lebih muda makan separuh jumlah telor yang dimakan sapi besar. Salah seorang pemilik sapi mengatakan bahwa pada waktu sapinya masih muda, waktu badannya masih kecil, dia berikan 42 butir telur setiap malam.

Salah seorang pemilik sapi lain mengatakan bahwa dia tidak menambahkan jumlah telur dalam diet sapinya sama sekali. Selama musim latihan dia bikin campurannya sendiri ramuan Madura, yaitu campuran terbuat dari bahan-bahan misalnya kunyit, jahe dan bahan ramuan lain, selain 100 butir telur yang dimakan sapinya. Dua hari sebelum pertandingan telur tidak termasuk dalam makanan sapi. Daripada, pagi hari sprite atau Hemaviton dipakai "supaya sapi segar selama hari" dan pada malam hari malaga dipakai. Walaupun banyak pemilik sapi lain menambahkan jumlah telur yang dimakan sapinya dua minggu sebelum pertandingan, dia percaya bahwa sapi tidak bisa tahan sepanjang hari kalau makan telur saja. Walaupun sapi akan tahan selama dua ronde pertama, akan gagal dalam ronde berikutnya.

Minuman tenaga dan minuman keras pada umumnya tidak termasuk makanannya sapi kerap sehari-hari selama musim latihan. Pada dua minggu sebelum pertandingan sudah termasuk dalam dietnya sapi masing-masing pemilik sapi yang diwawancarai. Segera sebelum pacuan, ada pemilik sapi yang memberikan sapinya satu atau dua seloki minuman seperti yang tersebut supaya merangsang sapi. Katanya ada pemilik sapi kaya yang memakai obat-obatan (tersebut "doping") supaya larinya lebih cepat. Salah seorang pemilik sapi mendorong percayaan, sedangkan yang lain mengatakan bahwa pemakaian doping tidak terjadi. Ada salah seorang pemilik sapi lain yang tertarik sekali pada pemakaian doping, dan akan mencoba kalau ada kesempatan. Pemakaian perangsang buatan tidak terlarang dalam kerapan sapi, namun harga tinggi terkait mungkin adalah alasan pemakaian perangsang tidak begitu biasa.


MANDIKAN SAPI KERAP

Sapi kerap di Madura dirawat berbeda dari sapi biasa. Sapi kerap tinggal di kandang, yang dibangunkan khususnya, dan yang terus-menurus dibersihkan oleh perawatnya. Kalau dikotori sapi, kandang langsung dibersihkan karena kebanyakan waktunya sapi dihabiskan didalam kandangnya. Jadi mestilah bersih dan menjamin kesehatan badan supaya sapi tidak kena penyakit.

Sapi kerap kebanyakan waktu tinggal di kandangnya

Setiap hari pada pagi dan sore sapi dikeluarkan dari kandangnya supaya bisa dimandikan, dikeringkan dan dipijat. Di pedesaan sapi kadang-kadang diantar ke sungai yang dekat supaya dimandikan, tetapi di kota sapi dimandikan di depan kandangnya saja dengan memakai ember air. Sapi biasanya dibancang di bingkai berbentuk huruf "H" dengan tali yang dimasukkan hidung sapi. Dua pemilik sapi yang diwawancarai memakai air hangat dan langir untuk memandikan sapinya setiap hari, yang lain memakai sabun tiga kali seminggu, biasanya lebih suka memakai jahe. Sesudah dimandikan, sapi dikeringkan dari matahari dan diberikan jamu. Setiap tiga atau empat hari sapi dipijat oleh perawatnya.

Sapi kerap dimandikan dua kali sehari

Perawat sapi memijat sapi setiap 3-4 hari

Peternakan dan perawatan sapi menghabiskan banyak waktu. Terus-menurus dirawat, dimandikan dan diberikan makanan pada pagi dan sore hari, dan kandangnya dibersihkan terus menerus sepanjang hari. Untuk salah seorang pemilik sapi kaya yang memiliki 6 pasangan sapi, rezim perawatan sapi mulai pada jam 5pagi setiap hari. Perawatan dan sapi dibagikan antara tiga perawat. Pekerjaannya cuman memandikan dan memberi makanan pada sapi dua kali sehari, mengumpulkan rumputnya, melatih sapi secara ringan, memijatnya setiap tiga hari dan membersihkan kandangnya.


LATIHAN SAPI KERAP

Biasanya sapi kerap tidak dilatih lebih dari satu kali per minggu. Untuk kebanyakan pemilik sapi, satu-satunya kali sapinya akan berlatih pada waktu diantar ke tempat lokal di daerahnya untuk latihan. Pada sore hari Sabtu pemilik sapi yang ingin melatih sapinya bisa mengantamya ke latihan dan sapinya akan dipacu dengan pasangan sapi lain. Latihan diadakan persis seperti pacuan yang akan diadakan di pertandingan benar. Ada dua atau tiga pasangan sapi yang saling bertanding sepanjang lapangan. Sebelum dipacu, perawat menggosokkan balsem di atas punggung dan kaki sap. Setelah itu sapi dipecut beberapa kali dan dijalankan sekeliling lapangan supaya melemaskan ototnya sapi. Latihan duluan ini terjadi supaya menghindari luka-luka. Kebanyakan sapi berdiri terus dalam kandangnya selama satu minggu, dan tidak dilatih sebelum latihan seminggu ini, jadi waktu pemanasan ini sangat penting.

Pemilik dan perawat sapi mengantar sapi ke latihan setiap Hari Sabtu

Memanaskan badan sapi sebelum latihan

Di latihan seminggu sapi disiapkan sama dengan persiapan untuk pertandingan benar. Sapi dipecut dan ditusuk dengan paku, balsem dan cabai dimasukkan dalam matanya dan lukanya, supaya akan berlari secepat-cepatnya. Pada akhir latihan ada kemungkinan sapi akan banyak berdarah dan teriuka. Ternyata, luka-luka yang diderita kebanyakan sapi yang menghadiri suatu peristiwa latihan akan lebih parah daripada yang akan diderita di pertandingan, karena semua pasangan sapi bertanding tiga atau empat kali di latihan. Dalam pertandingan, kebanyakan pasangan sapi sudah gugur setelah ronde kedua, jadi tidak harus disakiti lagi. Sesudah setiap pacuan, baik di latihan maupun di pertandingan, lukanya sapi dicuci dengan air atau jamu khusus yang terbuat dari jahe. Matanya juga dicuci supaya mengeluarkan balsem dan cabai.

Mencuci luka dan badan sapi dengan jahe

Latihan tersebut adalah kesempatan baik untuk melatih joki, dan kadang-kadang salah seorang joki akan naik beberapa pasangan sapi. Menjadi joki adalah tugas yang sangat sulit dan berbahaya. Kebanyakan joki adalah anak kecil berani yang berumur 7 sampai 12 tahun. Joki-joki yang lebih muda terlalu kecil dan kurang kuat untuk mengarahkan dan mengendalikan sapi. Joki-joki yang lebih tua agak besar dan berat, dan akan melambatkan larinya sapi terlalu banyak. Namun, ada salah seorang joki yang sudah berumur kira-kira 20 tahun. Dia merupakan joki yang tertua, dan mestilah joki yang paling berpengalaman dalam kerapan sapi. Alasannya adalah pertumbuhannya terhalang, jadi tinggi badannya tidak lebih dari 1,5 metre. Oleh karena itu, dia masih cukup ringan untuk naik sapi kerap, dan bisa terus naik sapi selama dia dapat dan cukup berani. Dilatihan setiap minggu, joki berlatih mengimbangkan badannya di atas kaleles, mengendalikan arah pasangan sapi dengan memakai ekomya, dan naikkaleles antara sapi yang berlari cepat dengan merangkak. Sambil naik joki harus memegang tali yang dimasukkan hidungnya supaya bisamenghentikannya sapi.

Joki biasanya berumur 7-12 tahun

Di ujung lapangan joki harus naik ke depan kaleles supaya menghentikan sapi

Latihan juga adalah kesempatan baik untuk mencari dan melatih sapi muda, yang belum pernah diadukan. Sapi seperti itu diantar ke lapangan juga setiap minggu supaya bisa berlatih di samping sapi yang lain. Proses persiapan sapi sangat lama, supaya sudah biasa memakai kaleles dan berlari dengan beratnya dan berat badan joki juga. Sapi yang baru mulai dilatih tidak dipecut atau ditusuk paku, cuma dilari di lapangan, jokinya mengendalikannya dengan ekornya, dan berteriak-teriak pada sapi supaya larinya lebih cepat. Sapi muda ini kadang-kadang berlari dengan sapi berpengalaman lain atau sendirian.

Pasangan sapi berlatih di stadiun kerapan sapi di Sumenep

Latihan tersebut juga merupakan kesempatan baik untuk pemilik sapi yang ingin menguji sapinya sendiri dengan calon sapi untuk kecocokannya sebagai pasangan. Sapi sering dibeli sendiri-sendiri dan dicocokkan dengan sapi lain. Walaupun ada hal tertentu yang dicari pemilik sapi, tidak jelas kalau dua sapi akan cocok, dengan irama dan kecepatan yang sama. Kadang-kadang sapi yang tidak begitu sesuai dibeli, jadi pemilik sapi akan menjualnya secepat mungkin supaya bisa mencari dan membeli yang lebih cocok. Latihan juga adalah kesempatan untuk pemilik sapi dan orang yang ingin menjadi pemilik sapi melihat kondisi sapi yang menarik perhatiannya. Oleh karena ada orang yang mungkin sekali akan menjadi pembeli sapinya, penting sekali kalau pemilik sapi menang pacuannya di latihan, karena mungkin mereka akan ditawar harga beli yang bagus.


KENDALA DI LAPANGAN

Walaupun berlatih setiap minggu, masalah kadang-kadang terjadi, dan baik joki maupun sapi kerap mungkin akan sangat teriuka selama pacuan. Bahkan dalam keadaan paling baik, pasangan sapi, yang berat badannya 600 kilo, terangsang dan takut, yang berlari dengan kecepatan sampai 50 kilometer per jam, sulit sekali dikendalikan, apalagi dihentikan. Kalau cuaca buruk, lebih sulit lagi. Lapangan menjadi sangat licin dan becek, dan kadang-kadang sapi jatuh atau terpleset, melukai mereka sendiri dan membahayakan joki kecil di antaranya. Di salah satu pertandingan di Madura pada bulan Maret, salah seorang joki yang kecil sekali dihancur di bawah pasangan sapi yang sedang berguling. Pada hari itu berhujan keras sekali selama 2jam dan sapi di sebelah kiri terpleset dan menarik joki, yang pertama, kemudian sapi di sebelah kanan, sampai jatuh ke atas sapi kiri. Sapi kanan berguling di atas, mengakibatkan ketiga-tiganya terbalik sedangkan sapi kiri berusaha berdiri. Di antara kaki mencambuk dan badan berat, joki kecil tidak bisa membantu dirinya sampai dikeluarkan oleh tangan penyelemat. Dia beruntung sekali karena bisa keluarkan kecelakaannya dengan memar dan otot sakit saja. Sapi atau joki yang teriuka mungkin akan menghalangi pemilik sapi masuk pertandingan selama beberapa minggu... [DI]


Oleh : Tracy Rowe


Previous
Next Post »
Thanks for your comment