Rabu, 06 November 2013

Permainan Bekel Yang Semakin Langka

Bekelan berasal dari bahasa Belanda, bikkelen. Permainan ini masih saudara dengan gathengan. Kalau gathengan hanya menggunakan batu kerikil, bekelan menggunakan seperangkat alat khusus yang dinamakan bekel. Bekel ini terdiri dari sebuah bola bekel dan lima buah biji bekel berbentuk logam. Ada yang terbuat dari kuningan, dan ada yang terbuat dari bahan timah.Pada awalnya biji bekel dibuat dari engsel tulang tumit kaki belakang domba. Sekarang dibuat dari logam. Terdiri dari empat biji bekel dan satu bola bekel.

Bekel banyak dimainkan oleh anak perempuan. Permainan ini dapat dilakukan sendiri maupun berramai-ramai. Bekel terdiri dari sebuah bola yang terbuat dari karet, dan beberapa biji bekel yang terbuat dari logam (kuningan). Intinya adalah mengambil biji bekel secepat mungkin sebelum bola memantul 2 kali. Pada awalnya biji bekel diambil satu per satu. Kemudian diambil dua dua, dan seterusnya hingga pada akhirnya seluruh biji bekel harus diambil dalam sekali genggaman ketika bola bekel dilempar ke lantai dan memantul kembali. Setelah itu biji bekel harus di susun tegak satu per satu, dua dua dan seterusnya. Setelah itu biji bekel di susun miring ke kiri dan selanjutnya miring ke kanan.


Cara Main Bola Bekel

Dengan sebuah bola karet kecil dan biji kuningan, paling sedikit dua anak bisa memainkan bekel. Diundi dulu, untuk menentukan urutan pemain. Dasar permainan ini adalah mengubah posisi biji kuningan setelah bola dilambungkan ke atas. Biasanya dimainkan tiga babak, dari mengambil satu biji, lalu dua biji hingga tiga biji kuningan sekaligus. Mengubah biji dari posisi duduk ke berbaring atau sebaliknya. Dari permainan ini kita tahu, ada “aturan’ yang selalu harus kita ikuti. Sementara bila melanggarnya, kita salah dan kalah.

Set pertama :
Bekel diambil satu satu. Ngambilnya sama lemparin bola dengan satu ketukan di lantai (tidak boleh lebih dari 1). Jadi lempar bola, ambil bekel, tangkap bola. Ulang sampe bekelnya abis.

Sesudah bekelnya abis, lempar bola lagi, lepasin semua bekel kembali ke lantai, tangkap bola lagi, dan sekarang bekel harus diambil dua-dua. (kalau tidak salah namanya Cek. Cek dua, cek tiga, gitu yach?). Lempar bola, ambil 2 bekel, tangkap bola. Ulang sampai bekel habis.

Terus tiga-tiga, dst, terus empat-empat, terus lima-lima, dst. (biasanya mainnya pakai 5-6 bekel).

Set pertama selesai.

Set kedua baru boleh dilakukan setelah set pertama selesai. Buat kalo misalnya pas masih ambil tiga tiga terus screwed up (tidak sempet nangkap bola, atau nangkapnya kurang, pokoknya melakukan kesalahan, berarti gantian orang laen yang maen. Ingat-ingat tadi sampai mana, nanti kalo gilirannya maen, terusin maennya nanti ambil 3 lagi - misalnya).

Set kedua :
Bekel sekarang diatur satu-satu 'berdiri' (namanya pet/pit). Lempar bola, atur bekel, tangkap bola. Ulang sampai semua bekel jadi pit. Terus kombinasi ama set pertama. Jadi pertama diambil satu-satu. Terus sesudah itu diatur lagi, terus diambil dua-dua, dst.

Set ketiga :

Seperti set kedua, tapi bekelnya terbalik dari set pertama (namanya ro).

Set keempat :
Seperti set kedua, tapi bekelnya dibuat tidur dengan sisi polos menghadap ke atas. (namanya klat)

Set kelima :
Seperti set kedua, tapi bekelnya dibuat tidur dengan sisi yang diberi titik menghadap ke atas. (namanya S)

Kalo udah selesai set kelima, baru boleh NASPEL!!!

Naspel :
Dimulai seperti set kedua, semua bekel dibuat pit. Tapi nggak diambil. Sesudah jadi pit semua, terus semua dibuat ro, lalu semua polos, lalu semua titik. Satu-satu. Khusus naspel, kalau screwed up pas naspel pada saat apa aja (entah waktu ro atau udah titik) nanti pada gilirannya lagi tetap harus dimulai lagi dari pet.

Nah kalo udah naspel kelar, berarti 1 game selesai 
Trus mulai lagi Set pertama, terus set kedua tapi sekarang ngaturnya dua dua. Lempar bola, atur 2 bekel jadi pit, tangkap bola..

Pokoknya makin lama makin susah biasanya mainnya orang banyak, jadi belum sampe susah banget udah waktunya jam istirahat selesai, atau udah waktunya pulang.... [DI]


Share:
Copyright © BANGKALAN MEMORY | Powered by Bangkalan Memory Design by Bang Memo | Kilas Balik Bangkalan Tempo Dulu