Mercon Bumbung, Petasan Tradisional Saat Bulan Ramadhan

Mercon Bumbung, merupakan Petasan Tradisional disaat Bulan Ramadhan. Ketika sebagian orang khusuk berpuasa, anda pasti tahu salah satu cara untuk mengisi waktu senggang di bulan puasa. Salah satunya diantaranya adalah membuat mercon Bumbum.

Mercon Bumbung, Begitulah orang biasa menyebutkannya, terbuat dari bahan bambu. Meriam bambu atau "mercon bumbung" biasa dimainkan anak-anak desa untuk mengisi waktu menjelang saat buka puasa. Kadang juga berlanjut lepas Maghrib sambil menunggu waktu Isya untuk tarawih bersama.

Dipilih dari bambu yang sudah tua dan berkulit tebal agar tahan dari tekanan dan suaranya nyaring. Agak rumit menggambarkannya. Namun secara gampang, mercon bumbung ini bekerja layaknya meriam betulan. Kecuali yang membedakannya adalah bahan baku dan bahan bakarnya.


Jika meriam betulan menggunakan bubuk mesiu, meriam bambu ini cukup dengan minyak tanah atau campuran karbit dan air untuk menghasilkan suara yang keras.. Boomm!!!. Kadang kita memakai campuran solar juga agar semakin nyaring.

Sebelum disulut api, bambu di posisikan mendongak keatas. Kemudian diisi dengan karbit yang dicampur air. Setelah kedua bahan itu di masukkan, semua lobang ditutup rapat hingga mencul uap panas. Saat itu mercon bumbung disulut dengan api. Tekanan didalam bambu itulah yang melahirkan suara seperti meriam.

Meriam Bambu tidak bisa langsung berbunyi dengan keras, karena harus dipanasi terlebih dahulu, caranya adalah dengan memasukkan api kedalam lubang pengisian yang sudah dibuat sebelumnya lalu membuang asap dengan meniup lubang kecil tersebut.

Dibutuhkan waktu kira-kira 10 menit untuk memanaskan Minyak dan Meriam agar bisa meledak. Setelah mulai panas, dan ketika api dimasukkan ke dalam lubang, maka akan terdengan bunyi menggelegar.

Yang mengherankan dibulan lain setelah lebaran, mainan tersebut seakan hilang ditelan bumi. Tetapi pada jaman sekarang juga sudah mulai berkurang karena sudah tergeser oleh mainan yang lebih modern, sehingga lambat laun mainan "mercon bumbum" ini punah dengan sendirinya. Oleh karena itu kita harus melestarikan budaya tradisional seperti ini agar mainan "mercon bumbum" tidak hilang ditelan jaman... [DI]



Photo Koleksi : Bangkalan Memory



0 Comments
Comments Tweets
Comments Facebook

0 komentar: