Rumah Kediaman Kapiten Tan Kuang Pang di Bangkalan

Rumah kediaman Kapiten Tan Kuang Pang berada di Jalan Jaksa Agung Suprapto, dimana di lokasi tersebut banyak didiami oleh kalangan tionghoa. Kapiten Tan Kuang Pang merupakan seorang pimpinan orang Tionghoa di Bangkalan pada masa penjajahan Belanda. Namun kami masih belum menemukan referensi tentang riwayat Kapiten Tan Kuang Pang, sehingga kami hanya memberikan gambaran mengenai bangunan yang ditempati oleh Kapiten Tan Kuang Pang.

Dilokasi kediaman Kapiten Tan Kuang Pang tersebut, terdapat 3 buah bangunan yakni bangunan Utara, Timur dan Selatan. Bangunan yang menghadap ke Utara merupakan bangunan bagian depan dimana bangunan tersebut sangat kental sekali dengan perpaduan gaya China dan Eropa dimana bagian atas terdapat ornamen-ornamen yang bercorak China dan Eropa.




Sedangkan bangunan yang menghadap Timur merupakan bangunan yang terpisah dari bangunan induknya, kemungkinan bangunan tersebut dipergunakan untuk para pekerja atau pelayan sang Kapitan.


Bangunan yang menghadap Selatan ini merupakan bangunan yang cukup besar dan luas, di sisi kanan kiri terdapat pintu gerbang dan bangunan tersebut kemungkinan dipergunakan untuk bangsal atau teras karena bangunan tersebut langsung menghadap ke sungai Sak-Sak yang aksesnya langsung menuju bandar-bandar dimana kapal belanda berlabuh di seputar sungai.


Perlu diketahui bahwa sungai tersebut waktu itu merupakan sungai yang luas dan dalam yang merupakan akses transportasi sungai dan hampir di setiap bangunan di tepi sungai terdapat bandar-bandar atau pelabuhan kecil untuk kapal atau perahu yang berdandar. 

Kapiten Tan Kuang Pang juga merupakan seorang yang peduli kepada kaumnya dimana dia menghibahkan sebidang tanahnya yang berukuran ± 435 m² di lokasi Jalan Panglima Sudirman Bangkalan ini untuk didirikan sebuah klenteng. Dimana klenteng tersebut dibangun oleh Ong Ki Chai pada tahun 1805 untuk tempat ibadah bagi penganut Tridharma yang terdiri atas pemeluk agama Khonghucu, Tao maupun Buddha.

Klenteng Eng An Bio di Bangkalan

Bangunan Klenteng tersebut di beri nama Klenteng Eng An Bio dimana pada awalnya masih sederhana dan tidak seluas sekarang ini, karena klenteng ini tidak dibangun secara bersamaan melainkan dibangun dan diperluas secara bertahap oleh para umatnya. Klenteng Eng An Bio merupakan salah satu dari tiga klenteng tua yang berada di Pulau Madura. Dua lainnya berada di Pamekasan Klenteng Kwan Im Kiong dan Sumenep Klenteng Pao Sian Lian Kong.


Klenteng Kwan Im Kiong di Pamekasan


Kelenteng Pao Sian Lian Kong di Sumenep

Setelah kita berada di ruang tengah, kita akan menjumpai ruangan yang menyerupai aula. Ditengah-tengah ruangan terdapat ukiran dan nampak 4 buah meja dimana 3 diantaranya merupakan meja dari marmer peninggalan jaman belanda. Ruangan tersebut ditopang oleh 2 buah pilar dengan ornamen bunga teratai yang sedang mekar. Disana juga terdapat lemari kuno dan lemari ukiran yang masih asli dan terawat baik.


Meja marmer peninggalan jaman Belanda masih terawat dan terjaga

Pilar yang kokoh dimana terdapat ornamen bunga teratai yang sedang mekar


Disebelah kanan terdapat ruangan terbuka yang dulunya diperuntukkan sebagai dapur. Lantai ubin masih tertata dengan rapi, dan sebuah tangga yang mengarah ke ruangan tingkat atas (sayangnya kami tidak bisa ke atas karena ruangan tersebut sudah ditutup dan dibuat sarang burung).


Setiap kali perayaan Hari Raya Imlek, biasanya ruangan tengah tersebut selalu digunakan untuk bersembahyang dan memanjatkan doa-doa oleh para keturunan dari Kapiten Tan Kuang Pang agar diberi rejeki dan keselamatan. Begitu juga masyarakat di sekitarnya juga menantikan pembagian angpao yang dibagikan oleh keturunan dari Kapiten Tan Kuang Pang, sehingga suasana di sekitar rumah kediaman Kapiten Tan Kuang Pang selalu ramai di Hari Raya Imlek.



Demikian seputar Kediaman Kapiten Tan Kuang Pang di Jalan Jaksa Agung Suprapto Bangkalan, kami tahu banyak kekurangan dari artikel diatas namun demikian kami berusaha untuk memberikan informasi kepada Pemerhati Bangkalan Memory mengenai Rumah Kediaman Kapiten Tan Kuang Pang sehingga mendapatkan wawasan baru tentang bangunan sejarah tersebut... [DI]


Oleh : Indra Bagus Kusuma
Photo Koleksi : Bangkalan Memory


Previous
Next Post »
Thanks for your comment