Makam Ki Demang Mlojo Kusumo di Bangkalan

Dalam penelusuran yang kami lakukan terhadap sebuah makam di kawasan Perumahan Lavender Bangkalan yang diduga kuat merupakan sebuah makam dari seorang yang mempunyai peranan penting di dalam sejarah Bangkalan.. [DI]


Di bagian depan areal makam tersebut terdapat sebuah pintu gerbang yang cukup besar (namun sayang kondisinya sudah berantakan) yang menunjukkan bahwa makam tersebut merupakan makam seorang bangsawan besar.




Begitu masuk areal pemakaman tersebut suasana sakrar yang kami rasakan di tempat tersebut karena tempat tersebut terdapat sebuah pohon beringin besar yang sudah tua dan tentunya beberapa makam tua yang ada di tempat tersebut.





Hanya sayang sebagian makam tersebut batu nisannya sebagian sudah diganti dan hanya makam-makam yang dirasa penting masih utuh dan belum berubah. Makam itulah yang diduga kuat makam dari Ki Demang Mlojo Kusumo yang merupakan ayahanda dari Raden Trunojoyo.

Ki Demang Mlojo Kusumo merupakan putra dari Raden Prasena atau Pangeran Tjakraningrat I dari seorang Selir, sehingga bisa dikatakan bahwa Ki Demang Mlaja Kusuma adalah saudara tiri dari Raden Undakan atau Pangeran Tjakraningrat II dimana Pangeran Tjakraningrat II ini adalah paman dari Raden Trunojoyo (putra Ki Demang Mlojo Kusumo).

Untuk memastikan apakah benar dugaan kami bahwa makam tersebut makamnya Ki Demang Mlojo Kusumo, maka kami perlu untuk membuka kain kafan pada batu nisan tersebut, sehingga kami bisa menyimpulkan benar tidaknya dugaan kami terhadap makam tersebut. Setelah kain batu nisan dibuka, maka kami dapat menyimpulkan bahwa batu makam tersebut diduga kuat berubur 3 abad atau tepatnya tahun 1647. 




Video Makam Ki Demang Mlojo Kusumo di Bangkalan :




Jadi dari serangkaian yang kami lakukan dari mulai prosesing pembukaan kain kafan hingga melakukan analisis maka dapat disimpulkan bahwa makam tersebut memang makam dari Ki Demang Mlojo Kusumo. Ketika itu Ki Demang Mlojo Kusumo terbunuh oleh keris Pangeran Alit yang bernama Setan Kober pada tahun 1647 dimana oleh Van goens, R. Malujo digambarkan sebagai pahlawan yang gagah berani.


Oleh : Indra Bagus Kusuma
Photo Koleksi : Bangkalan Memory

2 komentar:

  1. Cakraningrat 1 gugur bersama kedua putranya, saat dapat perintah dr amangkurat 1 untuk memadamkan pemberontakan pangeran alit. Salah satunya putranya yang gugur adalan pangeran mloyo kusumo. Mungkinkah jasadnya dibawa kembali ke madura, apalagi ke bangkalan. Karena pada saat itu pusat pemerintahan ada di sampang.

    BalasHapus
  2. Terima Kasih atas apresiasinya...
    Memang betul waktu itu pusat pemerintahan berada di Sampang, namun perlu diingat bahwa tempat kediaman mlojo Kusumo berada di Bangkalan tepatnya di Desa Mlajah sehingga jasadnya di makamkan di lokasi tempat kediaman Beliau

    BalasHapus