Tiga Peristiwa Penting Yang Terjadi di Bangkalan Pada Tahun 1891

Setelah Tjakraningrat IV berhasil di tangkap dan diasingkan di Kaap de Goede Hoop dan Keraton Sembilangan dapat dikuasai oleh Belanda, maka pada tahun 1747 Belanda memindahkan pusat pemerintahan dari Keraton Sembilangan ke Keraton Bangkalan atau tepatnya di daerah Kodim 0829 (sekarang).



Dipilihnya daerah Kodim tersebut selain aksesnya lebih mudah dan juga lebih menguntungkan pihak Belanda karena dekat dengan lokasi Benteng Erpfrins sehingga apabila terjadi pemberontakan-pemberontakan maka dengan mudah bisa diatasi.

Banyak Peristiwa yang tidak semua orang tahu terutama yang terjadi di tahun 1891 sembilan tahun menjelang Abad XIX kalau QT amati dan cermati bersama, sebegitu dahsyatnya peristiwa yang mengguncang Daerah Madura Barat ini. Entah itu secara kebetulan atau memang dengan sengaja ingin meluluh lantakkan bagian Daerah Madura Barat.

Tiga Peristiwa yang terjadi pada tahun 1891 tersebut adalah : 
  1. Dibakarnya atau dihancurkannya Bangunan Kraton di Markas Kodim 0829 Bangkalan yang sekarang ini.
  2. Dibakarnya/dimusnahkannya Kraton Sembilangan.
  3. Dibangunnya Gudang Senjata / ARSENAL di Batoporron.

Khusus nomor 1 dan 2 yang paling menarik karena dengan dibakarnya atau dimusnahkannya kedua Kraton tersebut maka habis sudah peninggalan masa masa kejayaan Dinasty Tjakraningrat ini.


Disamping itu dengan dibakarnya/dimusnahkannya kraton Bangkalan dan Sembilangan yang oleh belanda dianggap "bouwvalling" (tidak dapat didiami karena rusak) maka diganti dengan rumah Kabupaten biasa untuk mempermudah strategi Belanda dalam menghilangkan embel embel Kerajaan di Bangkalan dan akhirnya menggantikannya dengan status Regent dimana belanda dengan mudah mengontrol serta mengendalikan Bangkalan melalui Asisten Resident ini. 

Anggapan bouwvalling disini sebenarnya ditujukan kepada rakyat, apa yang merupakan kebesaran ketika sebelum pemerintahannya dan agar rakyat tidak mengenal lain kebesarannya atau keindahan dari pemerintahannya sendiri. Inilah rupa-rupanya pemerintahan penjajahan. Orang arab bilang “Naudhubilla min dhalik” (mudah-mudahan kita dijauhkan dari pada itu).


Disamping itu untuk memperkuat Wilayah Madura dan sekitarnya maka di tahun itu juga di daerah Kamal tepatnya di Batoporron maka dibangunlah sebuah Gudang Amunisi. Hal tersebut untuk memperkuat Barisan Madura dengan persenjataan dan itupun sampai sekarang masih berfungsi sebagai Kekuatan Cadangan Amunisi Kawasan Wilayah Armada Timur di Indonesia.


Oleh : Indra Bagus Kusuma
Photo Koleksi : Bangkalan Memory

Previous
Next Post »
Thanks for your comment