"SARIMUNA" Perahu Peninggalan Syaichona Kholil Di Tanjung Bumi



Kata "Sarimuna" sebetulnya berasal dari Kata "Sarimina" yang mempunyai makna Inti dari Ikan, dikisahkan begini : "Sewaktu Syaichona KH. Moch. Kholil mengajak beberapa nelayan melaut/Majhang Perahu yang dipergunakan adalah sebagaimana yang ada pada gambar dibawah.

Sesampainya di tengah laut, perahu tersebut diikuti oleh berbagai jenis ikan diantaranya adalah Juko' Mondung (sejenis Hiu kecil/lumba-lumba) konon jenis Ikan ini tidak diperbolehkan dimakan, karena sejak dulu, nenek moyang orang Madura apabila terjadi marabahaya di tengah laut jenis Ikan Mondung ini yang menolong para Nelayan untuk diselamatkan dibawa kepinggir pantai.

Perahu "Sarimuna"
Apabila ada yang memaksa memakannya maka kulit muka dan sekujur tubuhnya akan belang-belang..... nach, jenis ikan lainnya yang menghampiri Perahu tersebut ada Pindang, Cakalan, Sombal, Lajur, Kakap dan Pare (Pe) serta jenis Nus (Sotong)... akhirnya beliau tidak jadi menurunkan Jala Ikan karena ikan-ikan pada berkumpul mengitari Perahu tersebut sampai ke pinggir pantai dan akhirnya nelayan diperintah menangkap ikan seperlunya saja. Dikemudian hari Perahu tersebut juga masih dipakai oleh para nelayan itu sekalipun tidak bersama beliau, karena lidah orang madura kesulitan apabila ketemu konsonan kata yang menggigit ( i ) akhirnya dirubahlah menjadi "SARIMUNA"..... [by : Doink].


Photo Koleksi : Bangkalan Memory



0 Comments
Comments Tweets
Comments Facebook

0 komentar: