Surat Sultan Abdul Kadirun Kepada Gubernur Jenderal Hendrik Merkus de Cock

Surat tersebut di tulis oleh Sultan Abdul Kadirun / Sultan Bangkalan II / Panembahan Adipati Tjakraadiningat I kepada Sri Paduka Letnan Gubernur Jenderal Hendrik Merkus de Cock pada tanggal 24 February 1830 atau 1 Ramadan 1245 H.


Surat tersebut ditulis dalam tulisan jawi dengan gaya Bahasa Melayu Klasik dimana dalam tulisan tersebut mengandung pujian-pujian kepada Yang Maha Kuasa.



Terjemahan dari Surat tersebut adalah sebagai berikut :

Bahawa ini warta Al-Ikhlas watikah, watikah yang terbit yang terbit daripada hati yang putih lagi suci hening dan hormat yang dipersertakan didalamnya dengan didalamnya dengan yang diperbanyak-banyak yang tidak berhingga pada tiap-tiap masa dan ketika selagi ada peredaran cakrawala bulan dan matahari serta dihayati dengan beberapa dengan beberapa pujian yang amat sempurna iaitu daripada saya Tuan Sultan Cakradiningrat yang bertakhta kerajaan dan kebesaran didalam didalam negeri atas Pulau Madura barang disampaikan Tuhan yang seru alam sekalian jua apalah kiranya datang ke bawah kehadirat tuan besar yg bijaksana yaitu Sri Paduka Letnan Gubernur Jenderal Hendrik Merkus de Cock yang memerentahkan Tanah Hindi yang ada takhta kerajaan takhta kerajaan dan kebesaran serta kemuliaan serta didalam didalam daerah negeri daerah negeri dan segala dan segala negeri takluk kepadanya serta bagi di alam yang memerentahkan negeri Tanah Jawa sekelian Tanah Jawa ialah bangsawan yang arif dan bijaksana dari hal segala perentah yang adil atas sekelian hamba rakyatnya seperti sepohon kayu yang besar segala hamba Tuhan bernaung dibawahnya maka dipohonkan atasnya barang dikekalkan tingkat yang serta dari dengan kesenangan didalam dunia ini yang selagi ada duduk di negeri kemudian daripada itu maka saya mengunjukkan sepucuk surat ini ke hadapan Tuan Besar tiada lain halnya melainkan adalah saya empunya permintaan ke hadapan Tuan Besar ini saya empunya yang ada itu saya minta biar Tuan Besar boleh kita kembali ke Madura dan dari orang yang membawa itu saya harap Tuan Besar empunya kasihan pertolong juga orang sampai ke Semarang saja dan begitu lagi yang dari Semarang saya harap Tuan Besar pun kasihan pertolong supaya membawa jalan sampai ke Madura adanya kemudian dari tulus ikhlas serta dengan putih hati lagi suci hening adalah isteri saya dan anak-anak saya semuanya sama-sama mengaturi yang diperbanyak-banyak kepada ke hadapan Tuan Besar apa lagi yang kepada Tuan Besar empunya anak-anak semuanya... [DI]



Sumber : http://lektur.kemenag.go.id/


0 Comments
Comments Tweets
Comments Facebook

0 komentar: