Perahu "Pegon" Merupakan Perahu Untuk Perdagangan

Kata "pegon" mungkin seperti halnya magun, ada hubungannya "wagon", berarti rumah kecil, sebuah ruangan yang cukup untuk penumpang atau barang. Atau dapat pula berarti "penarik muatan“, bandingkan dengan "pedati pegon", yang bertugas mengangkut barang. Jadi perahu pegon bukan untuk menangkap ikan.




Perahu "Pegon" bentuknya sebagai berikut :


Lihat pulalah photo nomer 24 di belakang. Dari photo tersebut jelas bahwa perahu Pegon termasuk perahu besar. Apabila sampai kecocornya panjangnya mencapai 20 m. Daya muat sampai 30-50 ton. Parahu Pegon banyak terdapat di Madura bagian Barat. Di Tanlok Sampang, perahu ini setiap hari dapat kita temukan. Perahu ini adalah perahu untuk perdagangan, memuat barang dagangan. Dari Sampang dapat memuat genteng Karangpenang yang termashur itu. Perahu pegon adalan termasuk jenis les-ales yang besar. Daya muatnya yang cukup besar itu sesuai dengan panjangnya.


Dari gambar dan photo di atas dapat dilihat bahwa beda antara les-ales dan pegon hanyalah pada cocor. Pada perahu pegon terdapat cocor depan yang berukir. Cocor ini kadang-kadang sebagai pengikat layar, bendera-bendera, ataupun tali-tali. Cocor dapat dilepas. Bentuk ujung cocornya sebagai berikut :


Topengan pada pegon, yaitu bidang data: di bagian depan, cukup luas, sehingga ukiran padanya cukup banyak dan baik bila dibandingkan dengan les-ales. Topengan pegon ini rupanya sudah merupakan ukiran yang khas, serupa saja dengan topengan pada perahu ”janggolan”. Dari photo tersebut dapat dilihat bahwa ukiran topengan pada perahu pegon (juga les-ales dan janggola) mengenal garis lurus. Kemungkinan pengaruh luar, Kalimantan, sangatlah besarnya. Lihat pulalah wama khasnya, merah dan hitam.

Ruangan-ruangan pada pegon terbagi dua, satu untuk tempat barang muatan, yang lain untuk awak perahu atau penumpangnya. Perahu pegon termasuk perahu besar, oleh karena itu bagian-bagian atau komponen perahunya serba kuat, umumnya terbuat dari kayu jati. Hal ini berbeda dengan perahu Lete‘ yang tulang-tulang perahunya dibuat dari banyak kayu nyamplong. Perahu Pegon pada umumnya dibuat di Jawa (Pasuruan - Probolinggo).


Sumber : 
Sulaiman BA, Perahu Madura (Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1981/1982)


Previous
Next Post »
Thanks for your comment