Jukung Gambringan Merupakan Cikal Bakal Dari Perahu Eder dan Glate

Jukung Gambringan ini sebetulnya jukung biasa, yang kekhasannya terletak pada adanya lenggi yang tinggi, baik didepan maupun dibelakang. Sebagaimana jukung yang berkater pada kedua sisinya jukung Gambringan ini memiliki kekhasan warna biru laut yang dominan dan hiasan bulatan berupa matahari ataupun bunga ditengah lengginya.

Jukung Gambringan tidak banyak terdapat, tetapi di pulau Giligenting dan di pulau Sapudi kita dengan mudah mendapatnya. Panjangnya hanya antara 3-4 m.

Apabila kita perhatikan lenginya yang mencuat tingi, maka Gambringan ini memiliki kesamaan dengan perahu "Glate" di Tanjung Bandaran. Oleh karena itu bila kita telusuri bahwa semua perahu asalnya berkater atau bersayap, maka Gambringan ini merupakan cikal bakal dari Eder dan Glate di Tanjung tersebut. Di Gili genting Gambringan disebut “Lajangan".

Jukung Gambringan pada umumnya dipergunakan untuk menangkap ikan dengan kail atau jaring. Oleh kanena itu jukung ini biasa pula disebut dengan jukung ”pancingan".

Dilihat cadiknya yang agak melengkung, jukung Gambringan kelihatannya menarik sekali, apalagi kalau layarnya telah dikembangkan seperti gambar dibawah ini : (Gbr: 28).


Di Tanjung Kebondadap Sumenep, jukung Gambringan dari Giligenting kadang-kadang berlabuh pula. Kadang-kadang bentuk lengginya agak melengkung kedalam sehingga menyerupai paruh bunmg betet. Bentuk kasarnya sebagai berikut :



Jukung Gambringan di Sapudi banyak didapatkan di Kalowang mencapai 15 buah, sedang di Gili Yang hanya singgah saja. Apabila jukung ini disebut "pancingan" artinya sampan untuk mancing. Pan singkatan dari Sampan.. (IDR)


Sumber : 
Sulaiman BA, Perahu Madura (Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1981/1982) 


0 Comments
Comments Tweets
Comments Facebook

0 komentar: