Jukung ”Kateran" Salah Satu Versi Dari Jukung "Pagur"

Jukung ini dengan nama ”kateran" atau ”katiran“, adalah istilah Sapeken, sebenamya dalam salah satu versi saja dari jukung Pagur. Hanya orang Sapeken tidak menamakan "pagur". Istilah ”kateran" tidak menunjukkan kelengkapan cadik, sebuah jukung ini termasuk yang ber"kater salaja“, seperti Pagur.




Bila diperhatikan bentuknya sebagai jukung Pagur Poday, maka sanggan, dan tempat duduknya dibelakang berbentuk persegi lebih sederhana dengan cat landasan lunas merah.

Perbedaan dengan Jukung Pagur memang sedikit saja, dan bila dikatakan bahwa Kateran dan Pagur hanyalah perbedaan versi tidaklah terlalu mengada. Jadi untuk gambar jukung Kateran tidak perlu dicantumkan lagi mengingat tidak seberapa beda dengan Jukung Pagur


Jukung Tiga roda ini oleh orang Mandar (Sulawesi Selatan) dinamakan perahu "Sande".

Apabila kita teliti maka bentuk badannya serupa saja dengan jukung kateran diatas, hanya ukurannya agak besar. Kalau jukung Kateran mencapai 3,5 m, maka jukung Tiga roda ini mencapai 5 m. Tetapi keistmewaannya pada Tiga roda ini ialah bahwa terdapat keunikan tentang kayu penyambung kater dengan cadik. Bahkan justru pada sambungan kayu cadik dan kater ini oleh orang Sapanjang dikatakan “amat panting". Menurut adat Sapeken apabila akan menyambung kayu ini dengan kater maka harus mengadakan selamatan "sosokuneh” (nasi ketan kuning) dengan doanya. Bentuk jukung Tiga Roda yang dimaksud adalah sebagai berikut : 


Perhatikanlah lenggi depan, mangkrengan dibelakang dengan tempat duduknya, serta letak dayung kemudi (pancer kamoddi).

Kalau kita perhatikan bentuk katerannya yang khas itu maka gambarnya sebagai berikut :


Pada lenggi bagian depan, seperti halnya jukung Kateran, kadang-kadang dilubangi untuk letak tali tampar. Bentuknya apabila dilihat dari depan sebagai berikut :


Cadik, disana ada yang mengatakan barata duduk pada palka. Jukung Tiga roda sangat gesit, oleh karena itu kita sering kesulitan untuk mendapatkannya. Di Sapeken dapat dihitung dengan jari.


Sumber : 
Sulaiman BA, Perahu Madura (Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1981/1982) 
Previous
Next Post »
Thanks for your comment