Sampan Kateran Legung

Sampan Kateran Legung adalah termasuk kategori jukung, sebab tubuh sampannya dari satu kayu utuh yang dilubangi. Bentuknya seperti sampan biasa tetapi seperti halnya jukung yang lain. jukung Kateran Legung inipun bercadik pada dua belah sisinya. Keistimewaan sampan ini (jadi di Madura kadang-kadang jukung dinamakan sampan adalah hal yang "karena kebiasaan") hanyalah terletak pada adanya leng-alengan yang dimilikinya.


Jadi jukung Kateran Legung termasuk jukung leng-alengan. Oleh karena di Legung memang banyak sampan-sampan lain yang beraleng-alengan, ada yang menyatakan bahwa Legung adalah leng-alengan minded. Mungkin hal ini karena pengaruh jukung Pajangan yang telah disebutkan didepan. Kedua belah katernya sama saja tata letaknya, demikian pula perakitan dalamnya. Gambar perakitan dan nama-namanya seperti dalam perakitan dalam jukung Pajangan. Panjang jukung Kateran Legung mencapai 6 m.

Adapun bentuknya seperti gambar berikut :



Pada gambar tersebut tampak bagian-bagian yang disebut : 1. ombang, 2. Tareb, 3. leng-alengan, 4. lokeran.

Istilah "Sampan Kateran" ini khas Legung, sedang ditempat lain ada pula yang menyebut jukong pancengan saja. Kalau diperhatikan andangan atau les-lesan pada tubuh jukungnya maka warna-warna tersebut telah khas, yakni berurutan : kuning tanah (orche), merah, putih dan biru. Sampan kateran Legung yang panjangnya mencapai 6 m dengan lebar antara 75 sampai 100 cm ini cadiknya yang didepan dari bambu (barajungan) sedang yang belakang dari kayu (ceddi’).

Kalau kita bandingkan dengan sampan kateran dari pantai Utara (Pasongsongan ke Barat), bentuknya sama saja, tetapi tak berleng-alengan. Gambarnya seperti berikut :


Dari kedua gambar diatas, selain leng-alengan tidak ada perbedaan lain yang prinsip. Untuk jelasnya perhatikan photo dibawah. 


Tentang warna-warna tidak dapat serupa. Apabila di Legung jukung katerannya lebih besar, maka dipantai utara ini lebih kecil sedikit. Lebih-lebih lagi di Bulukagung Bangkalan, jukung kateran sejenis ini lebih kecil lagi.. (IDR)


Sumber : 
Sulaiman BA, Perahu Madura (Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1981/1982) 

Photo Koleksi : Bangkalan Memory


Previous
Next Post »
Thanks for your comment