"Lei dan Grip" Alat Tulis Jaman Dulu di Bangkalan

Lei merupakan buku tulis jaman dulu yang digunakan untuk menulis sebelum adanya buku tulis digunakan secara luas. Lei terbuat dari lempengan batu karbon yang dicetak lempengan segi empat dan ditulisi dengan menggunakan grip (mirip pensil). 

Sebelum digunakannya buku tulis yang terbuat dari kertas, Lei merupakan alat tulis wajib yang dimiliki siswa sekolah di Bangkalan pada tahun 1960-an untuk alat bantu belajar tulis menulis, ketika itu masih merupakan Sekolah Rakyat (SR). Mungkin waktu itu keberadaan buku tulis sangat langka atau kalau ada harganya juga mahal.




Lei bukanlah piranti menyimpan berkas permanen. Alat ini hanya digunakan sementara waktu untuk mengikuti pelajaran yang disampaikan oleh guru dan setelah selesai, Lei dapat dihapus dan ditulisi dengan materi pelajaran lainnya, begitu seterusnya. berfungsi sebagai pensil atau pena. Grip menjadi inspirasi terbentuknya istilah doosgrip, yaitu tempat pensil.



CARA MENGGUNAKAN LEI DAN GRIP

Dengan menggoreskan grip yang runcing di permukaan Lei, akan menghasilkan bekas seperti menulis pada kertas menggunakan pensil, tetapi agak lebih jelas dari pensil. Menulis huruf, membuat angka pada pelajaran berhitung dan menggambarpun dengan menggunakan lei dan grip. Bagaimana kalau mencatat? Itulah kelebihan anak sekolah jaman dahulu. Tidak mempunyai catatan, tetapi memahami pelajaran.

Ingatan dan pendengaran sangat memegang peranan. Saat diterangkan guru, mendengarkan dengan seksama dan menyimpan semua penjelasan guru dalam ingatan sebagai catatan.


Peran Lei sudah digantikan oleh sebuah piranti digital modern yang mirip dengan bentuk Lei, yaitu Lei digital atau komputer tablet. Lei digital ini bukan hanya berfungsi sebagai piranti untuk tulis-menulis tetapi juga digunakan sebagai alat komunikasi dan komputer pribadi... (IDR)


Sumber : Aneka Sumber

Previous
Next Post »
Thanks for your comment